Generasi Sumbu Pendek

By | 10/02/2018 at 13:57 pm

Generasi Sumbu Pendek. Istilah sumbu pendek mulai ramai di perbincangkan bertepatan dengan berjalannya kampanye Pilkada Di Jakarta beberapa waktu yang lalu, antara Ahok dan Anis, yang mana pada Pilkada saat itu di menangkan oleh pasangan Anis dan sandiaga uno. Tapi admin bukan ngomongin tentang Politik dan tetek bengeknya, bukan… tapi ngomongin sumbu pendek yang sekarang menjadi fenomena Kids jaman now.

Pengertian sumbu PendekΒ  yang sebenarnya adalah barang yang terbuat dari benang / kapas dan sejenisnya yang berfungsi sebagai jalan Peresapan. pada kompor Minyak berarti sumbu sebagai jalan peresapan minyak agar menyala, pada Petasan / bom berarti jalan peresapan api menuju hulu ledak. jadi sumbu pendek adalah jalan Peresapan yang pendek.Generasi Sumbu Pendek

Pada Jaman sekarang, Arti sumbu pendek adalah hanyalah perumpamaan, yang dapat diartikan orang yang mudah tersinggung, mudah marah, mudah terpengaruh dan mudah mengambil kesimpulan / keputusan dari hal yang baru di lihat / dibaca/ didengarkan lalu mengeluarkan dalam bentuk kritikan maupun hujatan, yang biasanya dilakukan di Media sosial. secara lebih sederhana, arti sumbu pendek jaman now itu adalah orang yang grasa grusu.

Ketika ada satu peristiwa yang ramai dibicarakan ( biasanya seputar pemerintah, artis, tokoh, figur publik), Coba buka media sosial anda, facebook misalnya. pasti di situ ada komen – komen hujatan, kritikan kasar, sampai dengan meme menohok. bahkan banyak kata yang tidak masuk akal miris membacanya, seolah – olah sudah paling pintar dan paling benar.

Memberi Kritik Memang tidak ada yang melarang, itu malah bagus bila kritik membangun. Tapi Ingat, Media sosial itu bersifat Publik, siapapun bisa membaca komentar kita. Oleh karenanya kita kudu menyaring omongan kita di media sosial, jangan sampai malah bisa menimbulkan permusuhan atau masalah baru, karena belum tentu apa yang ramai dibicarakan di sosial media itu adalah Fakta, karena saat ini juga banyak berita Hoak.

Sosial media memang dilema, disatu sisi memberikan banyak manfaat dan disisi lainnya malah bisa menjadi bencana. Semoga kita semua bisa dapat lebih berhati – hati menggunakan sosial Media bukan termasuk generasi sumbu Pendek sehingga mendapatkan manfaat yang sesungguhnya, seperti mengetahui berita terupdate, menambah akrab jalinan silaturahim dan lain – lain.

Demikian Artikel dari Wongcungkup tentang Generasi Sumbu Pendek, Semoga artikel ini bermanfaat.

Salam,

70 thoughts on “Generasi Sumbu Pendek

      1. Mang Lembu

        ngomongin sumbu pendeknya jangan sambil mlotot ke sayah atuh ih….
        kalau nggak suka dikritik dan di nyinyirin sama sayah jangan segala nulis sumbu pendek di artikel atuh…sok datang aja langsung ke DESA CILEMBU…..wani tah?

        Reply
      2. Nucky Prayanta Natalius

        Judul artikelnya menarik mas tadi saya kira isi beneran nya masalah sumbu kompor setelah dilhat ternyata hanya perumpamaan saja. Semoga saya bukan termasuk generasi sumbu pendek juga..

        Reply
  1. NUHAN NAHIDL

    Saya juga khawatir pada diri saya sendiri apakah saya termasuk generasi sumbu pendek.

    Soalnya saya sering mengambil kesimpulan sendiri tentang berita apa yang lewat di beranda facebook saya.

    Tanpa tau hoax atau nggaknya…. kalau baik buat orang lain pasti saya bagikan….

    Salam mas…

    Reply
  2. Maman Achman

    Semakin pendek sumbunya, semakin cepat ia meledak, kalau ada pemicunya tentu.
    Soal sumbu pendek memang cukup popular ya mas, terlebih di masa menjelang pilkada.

    Reply
    1. Yanto Cungkup Post author

      nah bentar lagi di berbagai daerah(termasuk di jatim ,tempat saya) juga ada pemilihan gubernur mas

      pasti bakal banyak yg jadi pemicu meledaknya sumbu pendek

      Reply
  3. Maya

    Generasi sumbu pendek generasi sensitif gampang meledak karena pendeknya sumbu hingga terburu-buru mengartikan akhirnya cepat meledak

    Reply
  4. Andi Nugraha

    Bener sih, padahal berita yang memiliki sumbu pendek itu belum tentu bener, terlebih sumbernya juga terkadang belum jelas. Tapi ya, itu udah berkoar2 di medsos.

    Reply
  5. Backdrop

    Ternyata sumbu pendek bukan hanya untuk istilah kompor.. Sekarang juga ada to generasinya.. ckckckck…

    Reply
  6. Hujan Bulan Juni

    betul bang. di sosial media terutama, harus disaring dulu setiap mau membuat steatment, jangan sampai malah bisa menimbulkan permusuhan atau masalah baru.

    Reply
  7. rahmat

    memang sangat benar apa yang disampaikan mas admin.
    sumber utamanya adalah dari medsos. banyak yang menyalahgunakan untuk selalu membuat informasi menjadi dasar pertikaian, perbedaan pendapat, yang akhirnya menjadi perdebatan kusir yang tidak akan berakhir.

    terima kasih artikelnya dan semoga sukses.

    Reply
  8. helnia tantriati

    ya mas.
    kenapa ya semua orang di indonesia gampang banget tersulut kabar hoak?

    apa karna kita tdk ada filter atau ketidak percayaan masyarakat thd pemerintah ya ?

    Reply
  9. fauzi abadillah

    poinnya karena masyarakat BELUM SEJAHTERA secara merata mas.
    makanya mudah banget di sulut, cb dah pny pesawat semua..haha..males bgt ngurusin hoak yg gak ada fuulusnya..

    Reply
  10. zair

    Generasi sumbu pendek sebenernya bisa terbentuk karena berbagai hal ya Mas, salah satunya mungkin karena di dalam diri si sumbu pendek ini terbendung berbgai masalah, ya itu seperti kesejahteraan dan keadilan dalam masyarakat yang tidak sama, timpang malah, membuat sebagian orang menjadi mudah terprovokasi

    Reply
  11. Anton Ardyanto

    Generasi sumbu pendek kemungkinan besar juga lahir dari perkembangan sosial kemasyarakatan dewasa ini dimana semua inginnya serba cepat. Pada akhirnya kebiasaan ini juga melahirkan yang namanya mentalitas instan dan tidak sabaran. Lebih eksplosif , ekspresif dan spontan.

    Hal itu bisa tercermin dari keinginan tampil dari banyak generasi masa kini yang lebih besar dari generasi sebelumnya.

    Hasilnya banyak nilai-nilai dari masa lalu yang dilupakan dan mereka jadi sangat eksplosif.

    Reply
  12. cocoper6

    Ya, literasi bahasa yang perlu ditingkatkan. Tapi terkadang sulitnya itulah memposisikan diri untuk netral. Terkadang keberpihakan pada kelompok tertentu jadi faktor juga. Saya juga terkadang menyadari terbawa, tapi belajar untuk tidak terprovokasi dan tidak ambil pusing.

    Ketika kuping panas, lebih baik mendengarkan musik yang menenangkan ;p
    Lebih baik yang waras nonton aja tingkah mereka yang bersumbu pendek, seperti nonton kembang api x ya hahahaha

    Reply
  13. Didy

    Wah ini bener banget dengan realita kehidupan anak jaman sekarang yg demennya serba instan, mudah terpancing dan generasi tutorial hehhe

    Reply
  14. Unggul Arif

    Apalagi kalau masalah sepak bola.Yang paling anyar di instagram orang-orang ramai ngomongin kualitas rumput stadion GBK yang terlihat jelek,padahal baru direnovasi.Memang difoto terlihat jelek,dan mereka hanya lihat fotonya kritikannya pada negatif.Padahal aslinya bagus.

    Reply
  15. Himawan Sant

    Generasi masih labil, masih kegedean emosional.
    Belum bisa mengontrol emosinya dengan bijak.

    Semoga generasi sekarang lebih pintar menelaah,ngga gampang berkomentar negatif.

    Reply
  16. galih

    Untuk kurikulum pendidikan jaman sekarang kayanya perlu dimasukan tatakrama dalam memberi pendapat di media sosial, karena semakin gila dan bebasnya orang-orang utk berpendapat di media sosial

    Reply
  17. dwi

    emang benar mas, banyak yang emosian. padahal harusnya menurut saya lebih dewasa aja dalam menyikapinya. gak perlu pake esmosi

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.