Dilema Google Adsense Bagi Blogger

771 Views

Dilema Google Adsense Bagi Blogger. Bagi anda yang memiliki blog (webmaster) tentu sudah familiar dengan google adsense.ย Sebagian besar blogger ingin menjalin kerjasama dengan google adsense bahkan ada yang sampai terobsesi dengan GA untuk menjadikan ladang penghasilan di internet. setiap hari utak atik blogย seperti menulis artikel, mengatur desain blog maupun edit templateย agar sesuai dengan aturan google sehingga permohonan untuk menjadi publisher adsense bakal diterima yang ujungnya ingin segera mendapatkan penghasilan lewat blog melalui perantara GA.

Dilema Google Adsense Bagi Blogger

Admin sendiri pernah memiliki pengalaman seperti itu. padahal pemahaman itu salah kaprah dan malah menjadi dilema.

kita flashback ke pengalaman admin ditahun 2013. ketika mulai eksis mengelola blog ini, admin kenal dengan salah satu blogger bernama Rivai Silaban ( yang sampai saat ini saya anggap sebagai guru besar saya karena telah merubah pola fikir saya tentang blog hingga seperti sekarang ini). bagi blogger yang sudah aktif di tahun tersebut tentunya sudah tidak asing dengan nama ini. karena beliau adalah salah satu admin blog yang sering kali membuat dan membagikan template dari yang gratis sampai premium. templatenya selalu fast loading dan SEO friendly, admin sendiri sekitar 2 tahunan memakai template hasil kreasinya ketika masih menggunakan blogspot.

Hampir setiap malam (seingat saya itu terjadi selama sekitar 4 bulan) saya chat dengan beliau untuk belajar seputar blog. o ya beliau juga merupakan publisher adsense, tapi hanya dipasang di satu blog padahal beliau punya banyak blog. satu percakapan yang paling saya ingat adalah kurang lebih seperti ini :

saya : “koq GA nya cuman dipasang pada satu blog padahal sudah akun GA non hosted mas, padahal kalau saya yang memiliki blog pasti akan saya pasang di banyak blog agar menghasilkan banyak duit”.

bukan jawaban yang saya dapatkan tapi malah pertanyaan balik.

Rifai : ” apa tujuan ngeblog anda ?”

saya : ” mendapatkan tambahan penghasilan salah satunya melalui GA “

rifai : ” kalau begitu tujuannya lebih baik sekarang blognya dihapus lalu menjalani rutinitas seperti biasa didunia maya “.

mak Jleb!! saya bingung dengan jawabannya, lha wong pengen ngasilin koq blognya malah dihapus, gimana coba? lalu kami berulang kali berbalas chat, dan penjelasan intinya adalah jangan berfikir untuk mendapatkan uang dari blog karena anda akan gagal karena targetnya tidak tercapai, tetapi berfikirlah untuk eksis memberikan konten yang bermanfaat bagi pembaca. kalau pengunjung anda sudah ribuan maka uang akan datang sendiri.

Kembali ke pembahasan tentang Dilema Google Adsense Bagi Bloggerย ini. bahwasanya anda jangan terobsesi untuk menjadi publisher adsense agar dapat menghasilkan uang di blog (khususnya buat blog yang belum memiliki visitor 1000/ hari). tetapi berfikirlah untuk menyajikan konten yang bermanfaat dan dicari pengunjung, semakin banyak artikel anda yang dicari maka semakin banyak juga pengunjung anda.

Memang tidak dipungkiri bahwa GA bisa menjadi ladang uang (bagi blog yang memiliki visitor ribuan ampe puluhan ribu/hari), tetapi walaupun anda sudah menjadi publisher GA dengan visitor masih dibawah 1000/ hari maka akun GA anda hanya menjadi pajangan karena tidak bisa pay out (PO) tiap bulan, malah baru bisa PO sampai tahunan, ketika mau PO eh malah kebanned, apa gak bikin senewen coba?

Kesimpulan : menurut admin, Google Adsense itu memang bisa menjadi ladang uang sekaligus menjadi bumerang bagi blogger, semua pilihan kembali ke anda sendiri.

Demikian Artikel dari Wongcungkup tentang Dilema Google Adsense Bagi Blogger, semoga artikel ini bermanfaat.

salam,

BURSA MEMBER

Kategori:renunganTag

Written by: Yanto Cungkup

Title: Dilema Google Adsense Bagi Blogger
saya hanya manusia biasa yang berusaha berguna bagi sesama dan terbuka untuk menjalin persahabatan dengan siapa saja.
449 Artikel
150 Comments
  1. komentar
    • komentar
      • komentar
        • komentar
          • komentar
          • komentar
          • komentar
    • komentar
      • komentar
  2. komentar
    • komentar
      • komentar
        • komentar
          • komentar
        • komentar
          • komentar
  3. komentar
    • komentar
      • komentar
    • komentar
      • komentar
        • komentar
          • komentar
          • komentar
    • komentar
  4. komentar
    • komentar
      • komentar
      • komentar
        • komentar
          • komentar
      • komentar
      • komentar
  5. komentar
    • komentar
    • komentar
      • komentar
  6. komentar
    • komentar
    • komentar
    • komentar
      • komentar
        • komentar
  7. komentar
    • komentar
      • komentar
    • komentar
    • komentar
  8. komentar
    • komentar
      • komentar
  9. komentar
    • komentar
      • komentar
        • komentar
          • komentar
          • komentar
          • komentar
  10. komentar
    • komentar
  11. komentar
  12. komentar
  13. komentar
  14. komentar
  15. komentar
    • komentar
      • komentar
        • komentar
          • komentar
          • komentar
  16. komentar
    • komentar
      • komentar
        • komentar
          • komentar
  17. komentar
    • komentar
  18. komentar
  19. komentar
    • komentar
  20. komentar
  21. komentar
  22. komentar
  23. komentar
  24. komentar
  25. komentar
  26. komentar
    • komentar
      • komentar
      • komentar
  27. komentar
  28. komentar
  29. komentar
    • komentar
  30. komentar
    • komentar
    • komentar
    • komentar
  31. komentar
    • komentar
      • komentar
        • komentar
  32. komentar
    • komentar
  33. komentar
  34. komentar
    • komentar
      • komentar
        • komentar
  35. komentar
    • komentar
      • komentar
  36. komentar
    • komentar
    • komentar
  37. komentar
  38. komentar
    • komentar
  39. komentar
  40. komentar
  41. komentar
    • komentar
    • komentar
  42. komentar
  43. komentar
    • komentar
  44. komentar
  45. komentar
  46. komentar
  47. komentar
  48. komentar
  49. komentar
  50. komentar
    • komentar
      • komentar
    • komentar
      • komentar
  51. komentar
  52. komentar
  53. komentar
  54. komentar
  55. komentar

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *